September 12, 2014
Gadis itu
Saya jatuh cinta dengan seorang gadis, terasa kacau jika saya mengingat dirinya.
Hal ini tidak sesekali, tapi berulangkali. Saya beruntung karena masih ada yang peduli,
meski tidak peduli seberapa besar perasaan mereka. Menanggapi begitu saja tanpa menghiraukan perasaan mereka.
Hanya berfikir bertapa beruntungnya saya memiliki seseorang seperti itu.
Saya pergi dan tidak yakin kapan akan kembali. Karena kita mencoba untuk berhubungan,
tetapi ia perlahan menjauh dan pergi dariku. Saya pikir dia menemukan seseorang yang dapat diajak bicara.
Seseorang yang bisa mengerti dan bisa berada di sana untuknya, karena saya tidak dan karena saya juga tidak bisa percaya pada diri saya untuk mencintainya.
Saya merasa baik dengan itu dan menginginkan dia berakhir bahagia. Kemudia saya mencoba untuk berkencan dengan gadis lain,
tapi saya tidak menemukan daya tarik juga rasa suka terhadap gadis lain, sebab saya selalu membandingkan mereka dengan gadis itu.
Saya benar - benar sadar betapa saya mencintai gadis itu dan tidak menginginkan gadis lain selain dia.
Sebulan berlalu tapi masih mengingat akan dirinya. Kemudian suatu hari, tiba - tiba saya mendapatkan pesan teks yang mengatakan "Aku Rindu Padamu ..." dari gadis itu.
Dari pesan itu saya merasa terkejut seakan adanya kebahagiaan yang telah dinanti. 20 lebih pesan menjelaskan kehidupan saya setelahnya juga harapan anda dapat menjadi milikku.
Ternyata gadis itu tersakiti oleh seseorang sama seperti apa yang saya rasakan terhadapnya.
Saya tidak perduli apa yang telah terjadi selama waktu itu. Saya hanya melihat bahwa dia inginkan saya. Kita kembali berhubungan lagi dan merasa luar biasa.
Rasanya seperti mengambil kembali apa yang telah di renggut. Tentu kita hanya berbicara melalui telepon dan panggilan video tapi tidak masalah bagi saya.
Saya menginginkan gadis itu menjadi milikku lagi. Di suatu tempat di sepanjang jalan, panggilan itu berhenti dan pembicaraan kita terputus. Tapi aku tau harus berbuat apa untuk mendapatkan
semuanya kembali dan menjadi apa yang telah saya inginkan.
Segera setelah itu, aku kembali kerumah di mana telah cukup lama pergi. Tanpa alasan dan tanpa sepengetahuan keluarga saya. Dia adalah gadis pertama yang saya lihat dan
saya ingin dia tahu bahwa dia adalah gadis yang khusus bagi saya dengan semua yang telah terjadi pada diri saya.
Saya pikir saya bisa bersamanya lagi, tapi saya salah. Ternyata diapun berjuan untuk orang yang ia impikan dan itu bukan saya. Aku pergi cukup lama dan perjuangan yang sia - sia juga tidak adil.
Tapi hampir saya melihat ketakutan terbesat kehilangan gadis itu terjadi di depan mata saya. Dia tahu bagaimana perasaanku tetapi dia mengatakan banyak hal yang dapat dilakukan dengan cara yang berbeda sebagai tanda bukti cintamu.
Saya melakukan semua yang saya bisa, mengatakan semua yang bisa saya katakan. Dan sekarang saya mencoba untuk menunggu dengan sabar saat ia memberikan keputusan pada siapa dia ingin bersama.
Aku mencintainya. Dan telah merasakan sakit, jika saya datang menemuinya, saya pikir akan percuma dan hanya mendapatkan kekecewaan. Lebih dari ingin memilikinya aku ingin dia bahagia, karena itulah yang di namakan cinta bukan?
Jika seorang yang di cintai itu mencintai orang lain, maka jadilah itu. Tapi saya tidak berpikir seperti itu dan berhenti dari perjuangan saya. Saya ingin gadis itu menjadi milikku dan aku tidak bisa tanpanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment